PERUSAHAAN WEB HOSTING MURAH, DOMAIN NAME DAN WEB DEVELOPMENT INDONESIA

Bangun Aset Digital

asetdigital1

Aset? Sudah punya atau belum? Jika sudah, apa saja aset Anda? Apakah asset itu menguntungkan? Ataukah aset itu menggerus tabungan kita?

Dalam dunia wirausaha, kita terbiasa mendengar kata aset. Ketika dana berlebih, atau sedang dalam proses membangun usaha, kita akan mempertimbangkan pengadaan aset.

Apa sih aset itu? Menurut wikipedia, aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Dibeberapa sumber menyatakan bahwa aset adalah sumber daya atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas.

Pertanyaan untuk kita adalah: Apa tujuan memiliki aset?

Mari simak cerita berikut ini. Pak Made baru ambil kredit mobil untuk transportasi wisata. Tiap bulan Pak Made hasilkan 10 juta dari hasil transport tersebut. Sedangkan cicilan mobil adalah 4 juta/bulan. Setelah dipotong bensin, service, biaya penyusutan dan biaya tak terduga, Pak Made mengantongi keuntungan 4 juta/bulan.

Dari cerita diatas, mobil adalah sumber ekonomi bagi Pak Made. Bisa dikatakan mobil adalah aset. Tanah pun akan jadi aset produktif jika di bangun kost-kostan diatasnya. Begitupula pabrik, peralatan produksi, karyawan, bahkan pelanggan pun adalah aset. Terus, untuk apa aset itu? Kita sepakati bahwa tujuan memiliki aset adalah untuk mencetak keuntungan (profit). Bahasa bijak nya adalah, aset ditujukan untuk mendatangkan kemakmuran.

~ Kehadiran Internet.

Pola bisnis berubah ketika internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup manusia. Sejak tahun 1990 an, internet ubah pola hidup dan bisnis manusia.

Yang terbiasa bersurat gunakan kertas, akan pindah gunakan email di era internet. Tadinya berkirim surat kertas berisi tagihan, jaman internet akan gunakan dokumen pdf dan email untuk berkirim tagihan. Bahkan yang dulu terbiasa berkirim foto via attachment email, sekarang tergantikan dengan FB dan Instagram.

Dalam dunia marketing bisnis, dulu terbiasa cetak ribuan brosur untuk media promosi. Sejak ada internet, brosur itu berubah jadi e-flyer atau file gambar yang bisa disebarkan lewat email dan media sosial untuk promosi. Dulu harus sewa ruko untuk jualan, jaman internet cukup dengan website dan media sosial untuk etalase jualan. Murah meriah! Internet mampu menghemat ongkos produksi dan marketing!

Mari kita lihat geliat internet di Indonesia. Menurut survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pengguna internet Indonesia pada 2016 adalah 132,7 juta jiwa. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia adalah 256 juta jiwa. Hampir 50% lebih melek internet.

asetdigitalinternetuser

Bagaimanakah perkembangan bisnis yang menggunakan internet di Indonesia? Menurut Samuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika RI) melalui data IDC (International Data Corporation) Indonesia mengatakan, saat ini transaksi e-commerce Indonesia mencapai angka USD 651,7 juta pada 2016. Angka itu tidak memasukkan transaksi jasa seperti Go-Jek, Grab dan lainnya.

Melihat fakta tersebut, artinya ada geliat sumberdaya ekonomi di dunia internet. Masyarakat Indonesia sudah menemukan sumber daya baru untuk mendulang profit. Bermunculan raksasa internet Indonesia yang jadi jagoan cetak omzet dan mengajak netizen (masyarakat internet) Indonesia meraup untung.

Ada Kaskus.co.id dengan forum FJB nya yang mengajak netizen buka lapak untuk bisnis. Selain Kaskus meraup untung dari iklan, netizen yang jadi member juga berkesempatan jualan menggunakan sistem website nya Kaskus. Hal serupa terjadi di tokopedia.com, bukalapak.com, lazada.com dan lain sebagainya. Mereka sebagai korporasi berjuang dengan netizen untuk cetak omzet bisnis. Datangkan profit untuk hidupnya. Begitupula Go-Jek dan Grab yang mengajak masyarakat jadi tukang ojek dan mendapatkan profit.

~ Saatnya Bangun Aset Digital.

Berhubungan dengan manusia jadi semakin mudah dengan ada nya media sosial online. Kesempatan bersosial secara online tidak disia-siakan oleh netizen. Selain bersosial, mereka pun bergerilya lakukan bisnis gunakan media sosial. Coba kita lihat komposisi pengguna media sosial di Indonesia pada infografis dibawah ini:

asetdigitalmedsos

Media sosial Facebook, Instagram, Youtube, Google+, Twitter dan LinkedIn unggul merebut hati netizen Indonesia. Kemudian perilaku yang berkaitan dengan komersial, netizen pun sudah terdidik terbiasa melakukan belanja online.

Kisah sukses berbisnis lewat website dan media sosial pun sudah banyak dirasakan oleh netizen Indonesia. Contoh yang paling dekat di Bali, ada jasa catering yang pergunakan FB fanspage Catering Kita Bali bersama website catering nya, mampu dapat pelanggan dan cetak omzet. Ada lagi akun Instagram sindyyshop, milik seorang mahasiswi yang memulai bisnis online 3 tahun lalu dan sekarang sudah profit. Bahkan mampu biayai kuliahnya sendiri.

Mereka yang bisnis online tidak perlu sewa ruko untuk bisa jualan. Cukup menggunakan aset digital nya dan disiplin mengisinya dengan konten-konten kreatif yang menjual. Konsistensi dalam mencipta konten akan membuat pelanggan semakin percaya dan yakin membeli produk mereka.

Jika kita lihat para korporasi besar dan netizen yang berbisnis online, mereka mempunyai sumber daya atau alat yang mendatangkan nilai ekonomis. Alat-alat ekonomis itu berbentuk website, aplikasi, akun facebook (personal dan page), google+ (personal dan page), instagram, twitter, youtube, linkedin dan entitas online lainnya.

Alat-alat itu adalah sumber daya ekonomis, dan itulah aset digital!

Tokopedia, Kaskus, Lazada punya aset digital bernama website. Go-Jek, Grab dan Uber punya aset digital bernama aplikasi yang berjalan di Android dan Iphone. Catering Kita Bali punya aset fans di Facebook dan website. Sindy punya aset digital di akun Instagram @sindyyshop yang punya ribuan follower. BCA punya aset digital di website klikbca.com nya.

Bagaimana jika semua aset itu hilang? Kena crack, tercuri atau lupa memperpanjang nya. Jelas rugi besar.

Aset digital tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan Hermawan Kertajaya (Bapak Marketing Indonesia) memasukkan unsur digital dalam teknologi marketing 4.0 nya. Moving from Traditional To Digital dalam rangka memenangkan hati pelanggan. Produk kita tidak lagi laris, namun mendapatkan loyalitas dan pembelaan dari pelanggan.

Masih menurut Hermawan, kita harus mencipta konten yang tidak mendikte pelanggan. Konten itu harus membuka hati pelanggan dengan unsur edukasi, diskusi, penyadaran dan pembelaan. Konten itu harus terdistribusi di semua aset-aset digital marketer.

Konten itu bisa berupa artikel, gambar, audio dan video. Content is the king! dan harus kita gunakan untuk memperkuat nilai produk kita. Meningkatkan omzet bisnis dan membuat pelanggan loyal.

Selanjutnya adalah bertindak konsisten untuk membangun kekuatan bisnis kita secara online. Berikut adalah beberapa cara mengembangkan bisnis melalui aset-aset digital:

1. Website
Berikan artikel yang berisi edukasi tentang produk. Aktiflah membuat promo dan event. Tuliskanlah di website. Beri fasilitas share di media sosial agar ada partisipasi dari netizen untuk ikut sebarkan artikel Anda. Update artikel bisa seminggu/dua minggu sekali. Google senang dengan website yang sering update. Rumus Google adalah Content is The King!

2. Facebook
Postinglah dua status dalam sehari di FB fanspage. Baik itu gambar (informatif/iklan), artikel ataupun video. Bisa jadi konten status itu berasal dari website Anda. Bagikan (share) konten itu di facebook personal Anda juga. Waktu terbaik adalah setelah makan siang dan menjelang pulang kerja.

3. Instagram
Dalam satu aplikasi Instagram, bisa memuat 5 akun yang berbeda. Manfaatkan ini untuk manajemen aset digital. Posting lah konten sehari sekali/dua kali dalam instagram bisnis Anda. Konten itu bisa berupa gambar atau video dengan durasi maksimal 1 menit.

4. Google+
Google menciptakan media sosial dengan cara manajerial hampir sama dengan Facebook. Postinglah 2 status/hari di Google+ brand page dan bagikan di Google+ personal Anda. Bisa juga share artikel dari website Anda.

5. Youtube
Netizen suka video karena bosan dengan konten berbasis teks dan gambar. Youtube punya pengunjung unik dan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan bisnis Anda. Buatlah video lewat smartphone atau gunakan tenaga profesional. Upload seminggu sekali.

6. Twitter
Netizen yang menggunakan twitter punya karakteristik unik. Dari kalangan berpendidikan dan netizen yang punya jiwa individualis suka berlama-lama di twitter. Update lah 2-4 status perhari untuk eksis di netizen.

7. Newsletter
Pelanggan jangan dibiarkan pergi begitu saja. Minta email mereka dan gunakan untuk memanjakan mereka dengan konten Anda. Pergunakan fasilitas mailchimp.com untuk berkirim newsletter kepada pelanggan. Konten tidak boleh melulu jualan. Berikan pelanggan konten yang bermanfaat seperti tips, trik, edukasi produk, event, dan promo tertentu. Newsletter adalah cara untuk selalu terkoneksi dengan pelanggan Anda.

Aset digital tidak hanya terbatas pada entitas diatas. Keterlibatan Anda atau brand perusahaan yang muncul bersama netizen secara online adalah aset. Contoh lain adalah keterlibatan di LinkedIn, Forum diskusi online, di TripAdvisor untuk pemain tour travel dan hospitality, Path, Pinterest, Vimeo, dan masih banyak lagi. Siapkan otot kuat untuk berpartisipasi di entitas online. Semakin banyak, semakin bagus!

Netizen perlu membaca, melihat dan meyakinkan diri sebelum mereka membeli. Maka hati mereka perlu dibuka dengan kekuatan konten. Aset digital yang sepi dengan konten akan terlihat sebagai bisnis yang mati suri. Netizen pun akan menjauhi bisnis Anda.

Menciptakan konten-konten kreatif adalah cara untuk membangun dan besarkan aset-aset digital Anda.

oleh Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia
IG: hendraws

This entry was posted on Wednesday, March 29th, 2017 at 11:55 am and is filed under Tips & Trik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Hosting Indonesia Terbaik

One Response to “Bangun Aset Digital”

  1. Rezha says:

    Inspiring, Coach.
    Jadi kepingin punya aset digital :)

Leave a Reply

Hosting Murah
Tentang BOC Indonesia
Sejak tahun 2003 sebagai perusahaan penyedia domain name ekstensi internasional dan Indonesia, serta penyedia web hosting datacenter Indonesia, Singapura dan USA. Layanan lain adalah website developer dan konsultan internet marketing.
@idboc