Cara Branding “Jualan Berbisnis” di LinkedIn

Cara Branding “Jualan Berbisnis” di LinkedIn

Pengguna LinkedIn.com di Indonesia pada awal tahun 2020 sudah 15 juta orang, sedangkan di dunia sudah 663 juta orang (Berdasar data Hootsuite & WeAreSocial). Menurut survey APJII, tahun 2016 lalu pengguna nya masih 1 juta an. WOW! Banyak netizen Indonesia yg sadar pencitraan online :). Sadar bahwa LinkedIn adalah aset digital.

LinkedIn

Siapa yang berkumpul LinkedIn? LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Bisa dikatakan LinkedIn adalah situs yang membantu para profesional dan pencari kerja di seluruh dunia untuk membangun jaringan kerja mereka.

Biarpun mayoritas pengguna LinkedIn adalah kaum profesional, situs ini sebenarnya bisa sangat berguna bagi kamu yang berbisnis.

* Percantik profil pribadi Anda.
LinkedIn sediakan gambar cover, kolom headline, current position, menentukan Skills & Endorsements, dll. Maka profil ini manfaatkan sebaik-baiknya untuk pencitraan positif bagi Anda dan menunjang bisnis. Anda mau dikenal sebagai apa? Ingat lho, LinkedIn bukanlah media sosial ecek-ecek 😀

* Buatlah halaman perusahaan.
LinkedIn memberikan kesempatan pengguna nya yang punya usaha bisa buat akun perusahaan. Jadi setelah login ke akun pribadi, tinggal klik ke manage company page.

* Update pada halaman perusahaan dan halaman pribadi secara berkala.
Jangan melulu jualan (hard selling). LinkedIn cocoknya soft selling dengan artikel yang memberikan manfaat bagi para profesional. Ingat lho, pengguna LinkedIn adalah individu yang berpendidikan tinggi! Mereka adalah tipe explorer dan researcher. Tidak perlu diberi tahu bulat-bulat produk kita.

* Cari koneksi (connect) dengan profesional lainnya.
Setelah mempercantik profil, membuat halaman perusahaan dan update secara berkala disana, maka siap untuk menunjukkan jati diri Anda. Lakukan kegiatan berkoneksi (connect). Klik pada My Network dan LinkedIn akan menunjukkan akun-akun profesional yang mungkin Anda kenal. Klik connect! Setelah terkoneksi, para profesional akan melihat profil, gambar dan artikel Anda. Disinilah proses soft selling berlangsung 🙂

* Para profesional yang punya kebutuhan.
Ya, meski mereka bergelar Ph.D ataupun MSc, tetap aja manusia yang punya kebutuhan. Butuh pewangi, pakaian, sepatu, semir rambut atapun rambut palsu. Siapa tahu artikel Anda menarik perhatian mereka.

* Profesional juga manusia sosial.
Mereka masih perduli kok dengan sesamanya memberikan informasi. Siapa tahu profesional itu ditanya kekasih nya pas mereka pacaran, “Kak aku disuruh bos ku cari web hosting, karena yang lama bermasalah”. Ternyata si profesional itu sudah connected dengan profil LinkedIn Hendra W Saputro yang punya usaha di BOC Indonesia. Maka si profesional itu sudah tahu reputasi nya BOC Indonesia dan tidak segan mereferensikan. Hal ini bisa jadi berlaku untuk bisnis Anda.

Namun sekali lagi, hindari hard selling jika bermain dengan LinkedIn.com

Contoh halaman pribadi LinkedIn Hendra W Saputro 

LinkedIn Hendra

Contoh halaman perusahaan BOC Indonesia

LinkedIn BOC Indonesia

dongkrak
Boc Digital
BOC Banner

Web Hosting Cpanel
Web Hosting LiteSpeed
Web Hosting CloudLinux
Web Hosting PHP
Web Hosting Linux