ReVisi tiada henti hidup bagai ZomBie

ReVisi tiada henti hidup bagai ZomBie

Dulu 14 tahun silam, setelah terima DP, kami riang. Namun susah payah raih bahagia. Desain website kami selalu direvisi oleh klien. Duit terasa besar di awal namun proyek website berbulan-bulan jauh dari kata selesai.

Magang di Bali

Dulu, kami harus siap di usik setiap saat. Karena revisi tadi. Waktu makan, terima revisi. Menjelang tengah malam, terima revisi. Sambil tiduran, terima revisi. Bahkan dalam toilet ngeden pun sambil terima revisi. Hidup begadangan demi tuntaskan revisi.

“Besok pagi saya tunggu ya”, pinta klien. Seolah bikin website itu seperti menanak nasi. Matang tepuk tangan.

Dulu, setelah terima DP, website langsung kami buat dgn Microsoft Frontpage dan Adobe Photoshop versi satuan. Bermain table dan Javascripts cukup hasilkan html dan copy paste ke Floppy disk 1.4 Mb. Syukur-syukur tidak muncul kalimat “Disk error. Do you want to format it?” di drive E milik klien. Biasanya Verbatim spt itu. Sorry yg fanatik ma dia. Saya dulu selalu Sony! 😎

Dulu, karena banyaknya revisi-revisi yg tdk sesuai harapan. Klien kecewa sambil bilang, “Lama-lama desain nya kayak anak TK!”. Mau teriak, geram, tapi ya udah di DP. Akhirnya cuma menelan ludah sambil menjerit dalam hati, “Kami lelah Bapa, mohon ampun Bunda, akhiri penderitaan ini”. Hahahaha!

Dulu, kami ho’oh saja ketika di minta bikin mockup desain web. 2 jenis desain! 1 minggu asik bikin mockup sambil proposal penawaran bikin web terkirim. Minggu berikut nya bilang, “Maaf bro, bos telah memilih web designer lain”. Jangkrik! Blum dibayar tuh! Pada akhirnya desain kami di kloning. Hahahaha.

Dulu, sering dengar perusahaan lain selalu menahan website klien agar tdk lepas. Hak cipta perusahaan katanya. What? Desain mu tuh dah dibayar lho! Klien keluar duit utk barter dgn otakmu.

Maka kini, semua revisi ada batas nya. Mau lebih? Ya bayar extra dong. Sudah ada time schedule proyek. Langgar waktu? Ya hrs bayar dong. Gaji designer web kan fix cost. Hak cipta, ya terima kasih udah dibayar. Silakan boyong semuanya klo dah nggak cocok. Semua terikat dalam perjanjian kontrak. Tunduk satu sama lain.

Keprihatinan jaman dulu itu tdk akan terjadi utk anak-anak magang di BOC Indonesia. Tdk ada rahasia buat mereka. Kasih dah. Pake-pake aja!

Salam DONGKRAK

Hendra W Saputro
#MelayaniGenerasiBangsa

Magang di Bali Magang di Bali Magang di Bali Magang di Bali

Web Hosting Cpanel
Web Hosting LiteSpeed
Web Hosting CloudLinux
Web Hosting PHP
Web Hosting Linux